Pada masa Perang Dunia II, tepatnya tahun 1944, seorang jenderal kenamaan, Douglas McArthur, menullis sebuah puisi untuk putra tercintanya yang saat itu baru berusia 14 tahun. Puisi tersebut mencerminkan harapan seorang ayah kepada anaknya. Ia memberi sang anak puisi indah yang berjudul 'Doa untuk Putraku'. Inilah isi puisi tersebut:- Doa untuk Putraku -Tuhanku..Bentuklah puteraku menjadi Disaa t berdoa inilah kita mendapatkan s uatu kehormatan untuk dapat berbicara dengan sang penguasa semesta, untuk berbagi pikiran dan keinginan yang terdalam dalam benak masing-masing. Berikut bisa Sobat semua simak 5 Puisi Doa Pilihan yang masing-masing puisi tersebut mewakili gambaran hati pembuatnya. 1. "Doa memberikan kekuatan pada orang yang lemah, membuat orang tidak percaya menjadi percaya dan memberikan keberanian pada orang yang ketakutan." -Aristoteles. 2. "Sebuah usaha maupun harapan akan selalu ada pada seseorang yang senantiasa berdoa dan berjuang tanpa menyerah." 3. "Kekuatan doa akan mengubah yang mustahil jadi mustajab." Puisi 2. Telah sampai waktunya Diawal kembali dimulai Segala harapan dan impian Di wujudkan dengan doa. Setelah 1 tahun Semua berjalan sudah Lama tak disangka Ternyata banyak yang tak sesuai. Aku berdoa pada Ilahi Agar bisa menjadi Apa yang seharusnya Sesuai dengan benar-Nya. Semua yang dituliskan Ku tak banyak lakukan Dan ternyata hasil sesuai Puisi Doa Karya Chairil Anwar, Secarik Pesan untuk Tuhan. “Si Binatang Jalang”, semua orang pasti tahu siapa sosok di balik julukan tersebut. Ya, Chairil Anwar. Ia adalah salah satu penyair terkemuka di Indonesia pada periode 1945. Berkat pengaruh karya-karyanya dalam khazanah kesusasteraan Indonesia, Teeuw, seorang kritikus sastra XoGc.

puisi doa dan harapan